Monday, April 16, 2012

Pengalaman USG 4D di Harmoni Obginozone HC


Hari yang ditunggu-tunggu oleh Maria, istri saya, akhirnya tiba juga walaupun tadi malam sempet gak bisa tidur karena gak sabar untuk ngeliat bayi kami, Salman, via USG 4D. Setelah beberapa hari browsing di google, mencari klinik dan rumah sakit yang menyediakan USG 4D yang murah, alhamdulillah kami mendapat informasi tentang klinik Dr.Bob di Komplek Plaza Harmoni, Klinik “Harmoni Obginozone Health Center”, yang buka jam 9 pagi. Tapi karena ramainya pasien yang datang kesana, menurut testimonial yang kami baca di beberapa forum di internet, kami memutuskan untuk berangkat jam 7 pagi. Setibanya kami di sana, klinik sudah dipenuhi oleh para pasien padahal saat itu masih jam 8, sehingga kami mendapat no urut antrian 26. Dan yang membuat kami kaget untuk no urut diatas 25 biasanya akan dipanggil nanti setelah jam 8 atau 9 malam. Menurut penjaga, ini biasa di hari sabtu. Wajah lemas terlihat pada istri saya, namun sebagai suami yang baik (sok #narsis) saya selalu memberi semangat dan selalu mengingatkan bahwa “sabar selalu berbuah manis”.

Klinik ini tidak seperti klinik pada umumnya, karena merupakan ruko berlantai 3 di Komplek Plaza Harmoni. Dan tempatnya juga agak ngumpet di balik Bank UOB cabang harmoni. Namun bagi ibu-ibu yang ingin konsultasi dan berobat kehamilan tidak sulit kok menemukannya. Karena jika bertanya ke tukang ojek yang ada di dekat Bank UOB depan halte busway harmoni, mereka pasti tahu. Bangunannya pun tidak terlalu bagus lebih terkesan asal-asalan, bahkan ada yang berkomentar “lebih mirip seperti klinik malpraktek”. Tapi jika melihat banyaknya pasien yang datang, bisa dibilang klinik dokter senior ini cukup terpercaya dan yang paling penting adalah MURAH. Coba bayangkan saja, USG 4D dengan mendapat beberapa lembar foto dan satu CD hanya Rp.250.000…!! Harga persalinan di sini pun cukup murah, tidak lebih dari Rp. 2.000.000 untuk persalinan normal dan tidak lebih dari Rp. 5.000.000 untuk operasi ceasar, walaupun Dokter satu ini tidak pernah merekomendasikan tindakan ceasar. Dr.Bob juga dikenal sebagai dokter yang tidak berorientasi pada materi (read : uang) pernah sesekali beliau melakukan operasi persalinan dan si pasien hanya membayar seadanya uang yang dimiliki (info : testimonial di beberapa forum internet).

Dari pada menunggu antrian akan sangat lama ini, saya mengajak istri saya pergi keluar dan memutuskan kembali pada jam 14.30wib. Namun pada jam tersebut pasien yang sudah ditangani baru lah 13 orang. Sungguh membuat saya penasaran karena hampir semua pasien yang masuk ke ruang dokter akan keluar kembali setelah 30-60 menit. Berbeda sekali dengan klinik atau rumah sakit pada umumnya yang saat menerima konsultasi hanya kurang lebih 15 menit. Saya mencoba bertanya kepada seorang ibu yang sudah sering memeriksa kehamilan di sini. Dr.Bob adalah seorang dokter yang sangat detail dalam memeriksa pasiennya ditambah lagi banyaknya nasehat yang sering diutarakan kepada setiap pasien, sehingga wajar saja tidak cukup 30 menit untuk itu semua. Hampir saja saya sempat berburuk sangka terhadap para pasien yang datang kesini, saya pikir para ibu-ibu ini selalu banyak bertanya, sharing dan berkeluh kesah seputar kehamilannya, sehingga membuat para pasien yang lain harus menunggu antrian lama.

Beruntung sekali beberapa pasien sebelum kami banyak yang tidak ada saat dipanggil, jadi tepat jam 18.00wib kami dipanggil masuk kedalam ruang pemeriksaan. Namanya memang Bob, namun secara fisik jelas terlihat beliau adalah keturunan arab dan dalam menjalankan profesinya beliau banyak melakukan dengan pendekatan agama (islam). Saya katakan demikian karena saat sedang memeriksa istri saya, tak hentinya beliau menyinggung tentang hukum islam dari mulai masalah kandungan dan juga seputar ibu hamil dan menyusui. Selain itu beliau juga banyak menepik beberapa paradigma lama seputar ibu hamil, sebagai contoh rentannya goncangan dan kerja keras saat hamil. Begitu juga mengenai vitamin dan susu DHA untuk otak janin, menurutnya itu semua hanyalah omong kosong. Dan yang sangat berkesan buat saya mengenai beliau adalah sikap ketidaksukaan beliau terhadap rekan-rekan seprofesinya yang melakukan praktek yang berorientasi pada uang semata dan kadang sesekali kurang peduli terhadap pasien. Sehingga pada saat persalinan yang seharusnya dapat dilakukan dengan normal, dengan gampangnya dokter-dokter tersebut memberi solusi ceasar yang tentunya dengan biaya yang tidak murah. Tak hanya itu saja, menurutnya tidak sedikit pula rekan-rekan seprofesi nya yang memanfaatkan ketidaktahuan pasien mengenai permasalahan seputar kandungan sehingga segala sesuatunya sekali lagi berujung pada uang yang harus pasien bayarkan ke rumah sakit. Menurutnya, seharusnya para dokter menjalankan kode etiknya yang harus mengedepankan keselamatan sang pasien, terutama sang bayi yang sama sekali tidak pernah bisa memilih harus dilahirkan dari keluarga kaya atau miskin. Nah bisa dibayangkan, berapa menit yang diperlukan untuk pembicaraan itu semua? :)

Sekalipun harus berjuang lama menunggu antrian, paling gak kami bisa puas sekaligus mendapat pengalaman seru dari hasil pemeriksaan di sini. Yang terpenting jika ingin datang ke klinik ini haruslah pagi-pagi sebelum jam 8 sudah sampai, dan ekstra sabar ya. Jika kalian penasaran terhadap Dr.Bob dan klinik nya ini, silakan sesekali datang mengunjunginya. Mengenai kesan selanjutnya, ya terserah anda….

150412

Saturday, December 3, 2011

Belitung, Negeri Laskar Pelangi

Sudah akhir tahun nih, bagi yang doyan traveling, tahun 2011 sudah kemana aja? tempat-tempat mana saja di Indonesia yang sudah dikunjungi? Kaliini saya akan share sedikit mengenai Pulau Belitung, yang sekarang dikenal dengan nama negeri Laskar Pelangi. Siapa tahu setelah saya berbagi informasi ini, ada di antara teman-teman yang tertarik untuk berkunjung ke Pulau Belitung di tahun 2012. Berkat Andrea Hirata yang telah memperkenalkan Pulau Belitung melalui novel yang ditulisnya, dan selanjutnya di filmkan ke layer lebar, menambahkan satu list lagi lokasi wisata alam Indonesia. Sehingga Pulau Belitung tidak lagi hanya dikenal sebagai pulau penghasil bahan tambang, seperti timah, namun juga berpotensi untuk menjadi tujuan wisata seperti Pulau Bali dan Pulau Lombok.

Bagi para traveler yang mencari spot pantai indah yang masih alami dengan pasir putih dan lembut, maka cobalah untuk menjajakkan kaki ke tanah belitung. Pulau Belitung memiliki beberapa lokasi pantai dengan ciri khas berbatuan di sepanjang bibir pantai. Tidak hanya itu saja, masih ada lagi pulau-pulau kecil disekitarnya seperti yang terkenal adalah pulau batu garuda yang menjadi simbol wakatobi belitung 2011. Untuk menjelajahi pulau-pulau kecil ini kita bisa menyewa perahu bermotor di pantai Tanjung Kelayang yang harganya mulai dari Rp.200.000 s/d Rp.450.000 seharian. Perahu ini juga bisa mengantarkan kita ke spot-spot menarik untuk snorkeling. Batu Garuda bisa terlihat jelas dari Pantai Tanjung Kelayang.

Mencari spot untuk snorkeling bukanlah halnya sulit jika kita sudah tiba di sana. Karena semua pantai di sana menawarkan keindahan terumbu karang dan ikan-ikan yang berwarna-warni. Bahkan dari atas perahu pun kita dapat menikmati keindahan dasar laut dikarenkan airnya yang jernih. Saat snorkeling, coba menyempatkan untuk menyelam ke dasar, bagi yang mahir berenang (kalau tidak mahir, jangan ya :p ), untuk berburu bintang laut tapi jangan lupa di lepas kembali ya setelah di foto.

Selain Pulau Batu Garuda, masih ada beberapa pulau pulau lain yang bisa dikunjungi seperti Pulau Babi, Pulau Batu Berlayar, Pulau Burung, dan masih banyak lagi. Seperti halnya Pulau Batu Garuda, masyarakat setempat menamai setiap pulau-pulau yang ada sesuai dengan bentuk dan struktur bebatuan yang berada di dekat pulau tersebut. Selain pulau yang dikenal dengan formasi susunan batu besar nya, ada sebuah pulau lengkoas yang memiliki bangunan mercusuar. Pulau ini selalu menjadi lokasi wajib untuk dikunjungi bagi para traveler yang sedang menjelajahi Pulau Belitung, karena memiliki view yang indah dari atas mercusuar.

Setelah berkeliling pulau dan ber-snorkeling melihat keindahan terumbu karang dan aneka ikan, jangan merasa puas dulu jika belum mengunjungi pantai Tanjung Tinggi, lokasi syuting film Laskar Pelangi. Lokasi dimana anak-anak laskar pelangi bermain disela-sela batu-batu besar. Selain itu Pantai Tanjung Tinggi memiliki pasir yang lebih lembut dibanding pantai lainnya, sehingga terasa halus sekali saat kita menginjakkan kaki, berjalan di tepi pantai.

Beralih ke lokasi lain yang bisa kita kunjungi di Belitung adalah danau biru, adalah danau yang terbentuk dari cekungan bekas galian penambangan timah yang terisi oleh air hujan. Danau-danau biru ini cukup banyak sekali ditemui di Belitung karena lokasi penambangan yang berada dimana-mana, sehingga terlihat jelas saat pesawat yang kita tumpangi memasuki Belitung dan hendak mendarat.

Lokasi-lokasi di atas bisa kita dapati di Belitung Barat, sedangkan jika kita ingin mengunjungi Sekolah Muhammadiyah maka kita harus ke Belitung Timur tepatnya di Gantong. Tak jauh dari sana ada tempat yang di namai Kampung Laskar Pelangi, entah kenapa dinamakan demikian mungkin disana lah anak-anak laskar pelangi tinggal. Selain itu jangan lewatkan juga Manggar, disana pun terdapat pantai yang indah dan wajib dikunjungi. plus 1 lagi yang tidak boleh dilewatkan apabila berkunjung ke belitung, mie belitung. Jika ingin tau bagaimana rasa, datang saja ke belitung :p

Oh ya, belitung memiliki landmark yang berada di pusat kota Tanjung Pandan, sebuah batu meteorid hitam yang besar yang disebut satam.
Saya rasa itu saja yang bisa saya share, jika masih penasaran dengan Pulau Belitung saran saya segera atur jadwal di tahun depan untuk pergi ke sana. untuk saat ini hanya Sriwijaya dan Batavia saja yang melayani penerbangan ke belitung.

#mari mencintai Indonesia dengan menjelajahi seluruh wilayahnya....




Oleh-oleh dari Bandar Lampung

Kali ini saya mendapat tugas ke kota Bandar Lampung, kota paling selatan di pulau Sumatra. Karena hanya 2 hari 1 malam tak banyak tempat yang saya kunjungi. Tapi ada satu hal menarik yang saya dapat kecuali sebuah pelajaran moral dari seorang supir angkot, bernama Pak Ratno.

Pak Ratno adalah seorang supir angkot berumur ± 55 tahun yang memiliki 3 orang anak yang semuanya berkuliah di Universitas Negeri Lampung. Anaknya yang pertama sudah lulus akhir tahun 2010 kemarin dan sekarang bekerja sebagai guru SMU. Mungkin kita heran bagaimana seorang supir angkot mampu membiayai kuliah 3 orang anaknya. Tapi bagi Pak Ratno, segala sesuatu permasalahan pasti ada jalannya selama itu untuk kebaikan. Ketiga anak Pak Ratno semuanya mendapat beasiswa dari universitas sehingga Pak Ratno hanya perlu memenuhi kebutuhan untuk uang transport dan uang buku untuk anak-anak nya belajar. “Pendidikan adalah nomor 1 bagi saya, mas. Biar pun saya cuma supir angkot saya punya cita-cita untuk menjadikan anak-anak saya punya kehidupan yang lebih baik dari pada saya. Oleh karena itu, anak-anak saya mesti kuliah.” ucap Pak Karno sambil menyetir angkotnya yang sedang saya carter menuju Bandara Radin Inten II – Bandar Lampung (hehehee… awalnya saya tidak tahu loh kalau di Lampung ada bandar udara. Karena dekat, perjalanan Jakarta - Lampung ditempuh dalam waktu ± 20 menit).

Awalnya Pak Ratno, sangat bingung bagaimana dia bisa mengkuliahkan anak sulungnya, saat anak sulungnya duduk di kelas 3 SMU. Dalam keadaan hampir putus asa, beliau bertemu dengan seorang pria yang membangkitkan semangatnya. Pria tersebut memberikan informasi kepada Pak Ratno bahwa di Universitas Negeri Lampung ada beasiswa untuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Setelah anak sulungnya berhasil memperoleh beasiswa di Universitas Negeri Lampung, maka dirinya makin mantap untuk dapat mengkuliahkan 2 anaknya lagi. “Alhamdulillah yang paling besar uda diterima jadi Guru SMU, yang kedua sekarang uda semester ke 6 dan yang paling kecil tahun ini masuk kuliah.” cerita Pak Ratno dengan rasa bangga terlihat jelas dari senyumnya. “Pernah juga ada kawan saya yang kebingungan pas anaknya minta kuliah, teman-temannya selalu berkata dari pada kuliah ngabisin uang mending langsung cari kerja aja biar bisa bantu cari uang buat tambahan keluarga. Tapi saya nasehati dia mas, saya kasih tahu gimana anak-anak saya bisa kuliah semua. Pokoknya kalau ada yg niat untuk kuliah, pasti saya dukung semangati deh.”

Sayang sekali saya tidak lupa berfoto dengan Pak Ratno. ohh ya, kalau ada yang ingin jalan-jalan keliling Bandar Lampung silakan hubungi Pak Ratno di 0857-68608891 orangnya baik kok dan doyan ngobrol, pasti gak bakal bosen di jalan.

# dedicated to a passionate oldman - “Pak Ratno”

Saturday, August 27, 2011

Surat Pengantar Numpang Nikah

Hari Pernikahan gw dan maria semakin dekat, uda waktu nya buat gw bikin Surat Pengantar Numpang Nikah. Untuk persiapannya gw uda nyari beberapa informasi mulai dari orang yang pernah ngurus sampai juga Om google.
Nah, buat yang lagi nyari-nyari info seputar Surat Pengantar Numpang Nikah, nih gw share :)

1. datangin RT lo untuk bikin surat pengantar ke kelurahan (tahap ini harusnya gratis, kalau RT lo minta bayaran saran gw kumpulin massa untuk nurunin dy :p)

2. datangin RW lo untuk minta tanda tangan di surat yang dibuat oleh RT lo (Sampai tahap ini harusnya juga masih gratis karena RW lo itu pelayan masyarakat, jadi kalo diminta isi kotak sekalian aja lo masukin Rp.1000 dari pada ngasih gede-gede tp gak iklas :p )

3. datangin kelurahan lo jangan lupa bawa fotocopi KTP dan KK sama sekalian fotocopi KTP calon pasangan lo buat ngisi data diri. oh ya jangan lupa tanya pasangan lo nama lengkap bapaknya siapa nanti ditanya tuh. lo akan diminta isi surat pengakuan belum menikah / lajang, jadi jangan lupa bawa materai Rp.6000. kalau terlanjur gak bawa sih gak apa, karena biasanya mereka punya jadi bisa lo bayarin. (sampai tahap ini kalau lo beruntung ketemu petugas yang jujur maka masih gratis, tapi kalau kedapetan petugasnya rada matre bakal kena tarif dari Rp.10000 sampai Rp.20000 )

4. tahap trakhir nih, datengin KUA wilayah lo. bawa fotocopi KTP lo dan calon pasangan lo, fotocopi KK lo dan fotocopi akte kelahiran lo buat jaga-jaga kalo diminta. oh ya, buat jaga-jaga bawa juga foto 2x3 berwarna 3 lembar dengan background bebas mau biru atau merah asal jangan kembang-kembang aja :p . (sampai tahap ini akan ada biaya administrasinya, dari informasi yang gw dapet seh bervariasi dari Rp.20000 sampai Rp.50000)

cuma gitu aja seh, seharian kelar kok. malam ke RT dan RW terus paginya ke kelurahan lanjut ke KUA.
ini list pengeluaran gw :
RT = Rp. -
RW = Rp. -
Kelurahan = Rp. -
KUA = Rp. 50000

setelah semua beres, selanjutnya tugas pasangan lo untuk buat surat pengantar di wilayah nya. berkas-berkas lo biasanya diminta sama RT nya pasangan lo buat arsip mereka, jadi jangan lupa fotocopiin.

ok segitu aja info nya. semoga bermanfaat. buat yang lagi ngurus persiapan, semoga lancar sampai hari H pernikahan lo dan "Selamat Berbahagia" :)

Saturday, May 7, 2011

Bumi Untuk Ragil

Sore itu tidak seperti biasanya Ragil terlihat begitu asik dengan beberapa buku. Padahal biasanya kalau sore seperti ini dia pasti sedang bersepeda di luar bersama beberapa temannya. Ragil adalah adik ku satu-satunya, usia ku dengannya berbeda sangat jauh, 13 tahun. Oleh karena itu, dia menjadi sangat dimanja oleh keluarga ku. Tapi satu hal yang ku suka dari Ragil, sekalipun kami semua memanjakannya, dia sama sekali tidak bersikap seperti anak manja pada umumnya yang terlalu banyak meminta. Usianya 7 tahun, tapi kadang suka berbicara seperti orang dewasa. Yang paling istimewa darinya adalah rasa ingin tahu yang luar biasa terhadap sesuatu yang menarik perhatiannya. Sehingga kadang membuat kami repot untuk pencari penjelasan atas semua pertanyaannya.


"Kamu baca apa sih gil?" tanya ku sambil duduk di sampingnya. "Asik banget kayanya." "Agil tadi pinjem buku di perpustakaan, bagus deh kak, buku hewan-hewan", jawabnya sambil menunjukkan buku yang dipegangnya, Serial Hewan Dunia, itu judulnya. "Banyak hewan yang belum pernah Agil lihat nih kak, karena tidak ada di kebun binatang." Seperti biasa pasti setelah ini akan banyak pertanyaan yang dia tanyakan kepada ku. "Lihat nih kak, masa ada hewan yang namanya tokek, lucu ya namanya" sahutnya sambil menunjukan bukunya. "Ini kan seperti kadal yang Agil temukan kemarin di pohon kelapa kita." "Tokek ini memang hewan sejenis kadal gil, kamu mau tau kenapa dinamakan tokek?" Tanya ku. Dengan ekspresi penuh ketertarikan, dia menganguk-angguk. "Tokek ini sudah jarang sekali terlihat, apa lagi di kota besar seperti Jakarta.
Dia dinamakan tokek karena suaranya, gil." "Tok... Ke.. Tok... Ke.." Kata ku sembari meniru suara tokek. "Hahahaa.. Masa sih kak." Tawanya yang khas. "kenapa tokek gak bisa hidup di kota ya kak?" Tanyanya lagi. "Bukannya gak bisa hidup di kota. Coba kamu lihat sekeliling kita, kanan kiri sudah banyak gedung. Padahal tokek itukan hidupnya di tempat yang banyak pohon seperti kebun belakang rumah kakek di kampung." Kata ku mencoba menjelaskan agar Ragil mengerti. "Jadi tempat tinggal tokek hilang karena orang-orang ngebangun rumah dan gedung-gedung besar.” lanjutku menjelaskan kepadanya. ”Kasihannya ya kak tokeknya". Jawabnya dengan nada sedih. "Terus gimana kak, supaya tokek bisa tetap hidup di kota?" Tanyanya lagi. "Mmm... bagaimana ya. Kakak rasa dengan membuat taman yang penuh pepohonan. Jadi selain membangun kota, kita juga harus menyediakan taman-taman yang penuh pepohonan. Dengan begitu, bisa menjadi tempat tinggal hewan-hewan kecil tidak hanya si tokek. Bisa jangkrik, kupu-kupu, tupai, dan lain-lain.” jawabku berusaha menjelaskannya. ”Selain itu, tokek juga dipercaya dagingnya bisa dibuat obat jadi, banyak orang-orang yang menangkapnya untuk dimakan.” ”Ooo... begitu ya kak.” sahutnya. ”Kok orang-orang pada jahat ya kak. Agil kan jadi gak bisa lihat tokek sekarang."

Kami berdua asik melihat-lihat gambar hewan-hewan yang ada dibuku. Sesekali Ragil bertanya kepadaku mengenai hewan-hewan yang sekiranya aneh dan tidak pernah dilihatnya sekalipun di kebun binatang. "Kak, pinguin itu lucu ya. Sayang banget gak ada di Indonesia. Karena dia cuma bisa hidup di tempat yang dingin." Sahutnya sambil menunjukkan gambar pinguin kepadaku. "Iya Gil, pinguin cuma bisa hidup di tempat yang dingin." Sahut ku. "Tapi Gil, kamu harus tahu satu hal, rumah tempat tinggal pinguin pun bisa hilang suatu saat nanti." Kenapa bisa begitu kak?" Tanyanya heran. "Itu semua karena suhu udara yang makin panas. Kamu suka kegerahankan kalau siang hari, dan selalu minta dihidupin AC kalau mau tidur siang?" Ragil mengangguk. Ini lah adik ku dan ku benar-benar senang melihat ekspresi rasa ingin tahu yang besar dari wajahnya. "Pinguin itu tinggalnya di daerah kutub gil, tempatnya dingin karena penuh es. Tapi suhu udara yang panas yang terus menerus bisa mencairkan es di tempat tinggal pinguin suatu saat nanti. Coba kamu tebak apa yang terjadi kalau es nya mencair?" Tanya ku memancil Ragil untuk berpikir. "Pinguin nya gak punya tempat tinggal, nanti bisa mati dong kak, Kasihan kaaak..." Jawabnya. "Trus gimana dong kak supaya udara gak panas, pinguin kan gak punya AC kaya kamar Agil." Aku tersenyum mendengar ucapan adik ku yang lucu ini. "Pohon Gil, yang bisa bikin suhu udara gak makin panas. Kamu masih ingatkan kalau menginap di rumah kakek, kita suka tidur-tiduran siang di bawah pohon cuma pakai tiker. Rasanya sejuk kan?" "Iya kak benar, rasanya enak banget buat tidur siang hehehee..." Jawabnya sambil tersenyum. "Ooo... Pantas ya kak di sekolah Agil, bu guru suka meminta Agil dan teman-teman membawa pohon untuk ditanam di taman sekolah." Cerita Ragil bersemangat. "Tapi ada juga teman Agil yang bandel gak bawa pohon. Kalau gitu nanti Agil kasih tau mereka deh kenapa kita harus rajin tanam pohon. Kan sayang kalau nanti hewan-hewan pada mati. Padahal Agil kan mau melihat dan pegang, pasti seru."

Melihat Ragil yang bersemangat untuk hewan-hewan yang baru dilihat di bukunya itu, aku senang. Setidaknya aku bisa menanamkan sifat menyayangi dan peduli pada bumi ini kepada adik ku yang masih kecil. Dengan dorongan semangatnya yang menyayangi hewan, mungkin bisa membuat dia dan mudah-mudahan teman-teman seumurannya untuk bisa lebih peduli. Aku yakin seperti biasa Ragil pasti tidak sabar ingin bercerita kepada teman-temannya mengenai pembicaraan kita ini. “Sudah Sore nih Gil, mandi sana mau ikut kakak ke swalayan gak nanti.” Kataku berusaha menyudahi pembicaraan kami. Karena jika tidak dihentikan akan banyak lagi pertanyaan yang akan dilemparnya kepada ku.

Ternyata pembicaraan kami mengenai hewan-hewan masih berlanjut, di sepanjang perjalanan kami menuju swalayan, Ragil tidak henti-hentinya membicarakannya. Sepertinya masalah kepunahan hewan menjadi topik hangat dipembicaraan kami. Sesekali anak kecil ini mengeluarkan ekspresi marah dan sesekali dengan ekspresi sedih atau kecewa. “Kak, kemarin waktu Agil pergi sama mama ke mall, Agil lihat baju dari kulit macan loh. Kata mama itu benaran dari kulit macan. Kasihan ya kak macannya dibunuh untuk diambil kulitnya. Terus… terus… waktu mampir ke toko barang antik langganan papa, papa ditawari pajangan. Katanya itu asli dari gading gajah kak, untung papa gak beli. Kan kasihan ya kak. Terus kalau gajah sama macannya nya habis, nanti Agil lihat apa dong kak kalau kita jalan-jalan ke kebun binatang lagi?” cerita Ragil dengan penuh kekecewaan. “Kamu gak usah khawatir Gil, hewan-hewan di kebun binatang itu semuanya dilindungi dan dirawat dengan baik kok di sana. Gak cuma gajah dan macan, yang lainnya juga.” Aku berusaha menghiburnya. Walaupun aku sendiri tidak bisa memberikan jaminan yang pasti kepada Ragil, apakah hewan-hewan yang ada sekarang masih bisa ditemui beberapa puluh tahun kedepan. Atau ternyata dia hanya bisa bercerita kepada anak-cucunya kelak.

Keesokan harinya….

Sudah menjadi rutinitas bagi kami setiap 2 atau 3 bulan sekali berekreasi ke pantai dihari minggu, mana lagi pantai di kota Jakarta kalau bukan Pantai Ancol. Setiap minggu pagi Pantai Ancol ramai sekali oleh pengunjung, baik yang ingin berenang di pantai, bersepeda, atau hanya duduk-duduk di pinggir pantai. “Kak lihat deh, itu pohon kelapanya tumbuh di pantai.” Kata Ragil sembari menunjuk ke salah satu pohon kepala yang sudah menjorok ke pantai. “aneh ya kak.” Aku tersenyum mendengar ucapan adik ku. “Gil, coba kamu lihat batu yang ada di sana? Tadinya waktu kakak masih seumur kamu air pantai adanya di batu itu. Kamu masih ingetkan cerita kakak kemarin soal suhu udara yang panas bisa mencairkan es di tempat tinggal nya penguin?” tanya ku. Ragil mengangguk dengan ekspresi serius. “Nah, karena es di sana mencair sedikit demi sedikit karena suhu yang makin panas. Jadinya air laut makin banyak. Itu alasannya kenapa air laut sampai ke pohon itu sekarang.” Jelasku kepada Ragil dengan harapan dia mengerti maksud ku. “wah bahaya dong kak.” Sahut Ragil tiba-tiba. “Kenapa bahaya?” tanyaku heran. “Nanti kalau Agil uda gede, seumuran kakak. Bisa-bisa air lautnya uda sampai ke restoran itu dong.” tunjuk Ragil ke arah restoran fastfood yang letaknya tak jauh dari tempat kami duduk-duduk. “hahahaaa… bisa jadi Gil, makanya kita harus menjaga bumi ini biar gak makin panas. Salah satunya dengan perbanyak menanam pohon, hemat energi seperti listrik. Mmm…… Buang sampah pada tempatnya itu juga harus Gil.” “Ok kak, Agil bakal inget deh.” Jawabnya dengan senyam-senyum. “Kita berenang yuk kak.” Ajaknya kepadaku sembari menarik tangan ku.

Padahal masih banyak lagi hal-hal yang sudah berubah dari sejak aku seumuran Ragil sampai sekarang ini. Belasan tahun adalah waktu yang singkat untuk membandingkan perbedaan tersebut. Bumi makin padat, asap karbon yang terus bertambah karena aktifitas manusia, suhu udara yang makin panas, banjir yang mudah terjadi dimana-mana, begitu pula bencana lainnya seperti gempa. Kekecewaan terhadap hewan-hewan yang baru dikenalnya hanya sebuah hal yang kecil. Mungkin Ragil akan lebih kecewa lagi kepada kami, manusia-manusia yang lebih dulu lahir di dunia ini, karena sengaja atau bisa jadi tanpa sengaja telah merusak bumi yang baru dikenalnya.

Masih tegakah kita berantipati terhadap lingkungan kita? Jika Ragil punya keinginan yang besar untuk menjaga Bumi demi hewan-hewan yang dia sukai. Apakah kita sebagai orang-orang yang sudah lama hidup di bumi ini masih sanggup menutup mata.

#tindakan sekecil apapun sangat berarti besar untuk bumi ini. Go Green…..

Wednesday, April 13, 2011

FOURSQUARE, when the world is your venue – “JUMPER”

Aplikasi satu ini adalah aplikasi yang biasa digunakan oleh penggunanya untuk menadai (read : check in) di suatu tempat yang sedang didatanginya. Oleh penggunanya Foursquare selalu dikoneksikan ke dalam akun facebook atau twitter, sehingga pada saat si pengguna sedang berada di suatu lokasi lalu melakukan check in, maka secara otomatis akan terupdate di akun facebook atau twitter (atau mungkin keduanya jika dikoneksikan dikeduanya). Foursquare dicreate pertama kali pada tahun 2009 oleh Dennis Crowley dan Naveen Selvadurai.

Ada satu hal yang menarik dari aplikasi ini sehingga membuatnya makin populer, yaitu selain mendapatkan poin setiap kali check in, kita juga dapat memperoleh badge yang pastinya dengan kondisi dan syarat yang sudah ditentukan. Kepopulerannya terletak pada hasrat ingin mengoleksi badge yang ada. Misalnya, untuk pertama kali check in kita akan memperoleh badge “newbie”. Ada lagi hanya cukup shout dengan kata yang sudah ditentukan dengan check in dilokasi manapun. Atau ada juga sebaliknya, jika kita check in di setiap lokasi yang ditentukan baru bisa memperoleh badge. Yang tersulit apabila untuk memperolehnya kita harus melakukan check in dilokasi bahkan waktu yang sudah ditentukan baik itu untuk satuhari maupun selama beberapa hari yang sudah ditentukan pula. Total badge yang tersebar diberbagai lokasi di dunia sudah mencapai 200 lebih badge, namun saat ini yang masih aktif tidak lebih dari 150 badge. Dikarenakan ada beberapa yang sifatnya tidak permanent / hanya sekedar merayakan kegiatan dari si sponsor yang menerbitkan badge tersebut.

Jika diantara kita pernah dibuat heran oleh ulah satu atau beberapa teman kita, yang hari ini tiba-tiba berada di New york, lalu beberapa hari kemudian sudah berada di kota Negara Bagian lain di Amerika atau mungkin kota-kota di Eropa. Itu bukan berarti mereka benar-benar traveling keliling dunia (hehehehee… tapi bisa saja jika temen mu itu banyak duitnya jadi jangan buruk sangka dulu ya :p). Seperti yang telah saya tulis di paragraph sebelumnya, bahwa saat ini terdapat hampir 150 badge yang masih aktif, namun….. lebih dari 2/3 nya hanya bisa diperoleh di negara-negara bagian Amerika. Adapun kota yang paling sering menerbitkan badge adalah New York. Di Indonesia sendiri tidak lebih dari 30 badge yang bisa unlock, itu sudah termsuk badge yang tidak menentukan lokasi (hanya shout dan jumlah tertentu orang yang berada dilokasi tesebut). Jadi bagi para bagde hunter yang ingin mengoleksinya semua bagde, diharuskan untuk berada di kota-kota negara bagian Amerika khususnya New York. Lalu bagaimana nasib para bagde hunter di Indonesia?? Nah ini dia yang dilakukan oleh para badge hunter yang bukan warga Negara Amerika, mereka menyebut diri mereka sebagai “jumper” (uda pernah nonton filmnya kan? Kalau belum cepet sewa atau beli DVDnya). Saya akan review sedikit kenapa mereka menamakan diri mereka jumper. Seorang jumper mampu berpindah lokasi kemana saja mereka suka dan kapanpun dia suka tanpa dibatasi ruang dan waktu.. Jadi dengan menggunakan foursquare, para penggunanya dapat mengibaratkan (read : berkhayal) dirinya sebagai seorang jumper yang mampu berpindah-pindah lokasi di seluru kota di dunia untuk berburu badge. Jadi jangan merasa aneh jika ada teman-teman kalian yang status di facebook atau twitter sedang berada di New York atau kota-kota lainnya di luar negeri. Karena itu hanya aplikasi 4sq mereka saja yang berada disana tapi orangnya mah tetap masih dilokasi dia berada sekarang.

Tapi sebenarnya kita tidak bisa sembarang loncat-loncat kemanapun sesuka hati, karena aplikasi 4sq mampu menghitung selisih waktu di seluruh belahan dunia. Jadi harus mengitung lamanya perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, karena jika tidak demikian maka loncatan kita tidak akan mendapatkan poin begitu pula badge tidak akan dapat di unlock. Walau secara update lokasi kita sudah berada di loaksi yang ingin kita tujukan, istilah ini dinamakan Rapid, suatu kondisi dimana si pengguna 4sq didapati secara tidak mungkin berpindah tempat dengan selisih waktu perjalanan yang berdekatkan namun lokasi dari tempat satu ke tempat lain itu cukup jauh yang memerlukan waktu berjam-jam (makanya biar tidak rapid cek dulu lama perjalanan nya via flight).

Saat ini sudah banyak komunitas / forum yang dibentuk oleh para jumpers guna memudahkan mereka untuk saling berhubungan, bertukar informasi seputar tehnik dan tata cara untuk mendapatkan badge. Bahkan secara berkala mereka melakukan gathering di berbagai lokasi. Komunitas ini tidak hanya sebatas Indonesia, sebutlah united_jumper, komunitas yang dibentuk oleh orang Indonesia yang isi di dalamnya terdapat orang-orang dari negara lain. Dalam kesehariannya para jumper ini berkomunikasi dengan menggunakan twitter dan millis. Aktifitas para jumper ini tidak hanya sebatas berburu badge, sekali-kali ada beberapa orang yang melelang akunnya yang sudah mengoleksi banyak bagde untuk charity.

Mungkin sebagian dari kita menganggap aktifitas jumpers adalah aktifitas nya para remaja mahasiswa yang kesehariannya tidak memiliki kesibukan, yang lebih condong pada aktifitas iseng-iseng. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Just for your information aja, banyak juga diantara mereka (read : jumper) yang memiliki aktifitas bekerja dikesehariannya. Menjadi pemburu bagde tidak jauh berbeda dengan para kolektor barang lainnya, seperti prangko, korek api, bolpen, souvenir pernikahan, dll. Kegiatan kolektor pada dasarnya adalah kegitan yang mencari kesenangan dan menjalin koneksi antar sesama. Kesenangan sifatnya adalah individual (yang bisa merasakan hanya mereka yang melakukan dan memiliki ketertarikan pada kegiatan tersebut). Jadi selama masih dalam batas wajar atau tidak menggangu kesibukan rutinitas dan tidak menggangu kepentingan pihak lain, it’s OK right?

# find the way you feel happy, couse the world is so busy


https://foursquare.com/lorenz_ep

aplikasi yang biasa saya pakai untuk jumping :

www.foursquare.com/mobile

www.pocketcrowd.com

informasi seputar bagde :

www.pccholic.blogspot.com

www.mattersofgrey.com/foursquare-badge-list

www.arifinakbar.com



Saturday, January 8, 2011

#ionopolis

"Monster-monster telah bangkit dan mengganggu kota Ionopolis!Penduduk kota diserang dan keselamatan mereka terancam. Suasana kota semakin mencekam! Monster-monster jahat berkeliaran di seluruh kota, diam-diam menyerap cairan tubuh penduduk dan menyebarkan ancaman dehidrasi/ akankah kamu berdiam diri?Kamu nggak perlu kekuatan super untuk bisa menyelamatkan penduduk ionopolis! Berbekal pengetahuna seputar dehidrasi, kreativitas dan semangat seorang pocarian, kmu pasti bisa menyelamatkan mereka dari ancaman dehidrasi. Sanggupkah kamu menerima tantangan ini?”

Go Ion…!!

Inilah kalimat pengantar saat kita memasuki game ionopolis dari Pocari Sweat. Ionopolis merupakan game pertama di Indonesia yang mengunakan sekaligus 3 buah Social Networking, yaitu facebook, twitter dan foursquare sebagai teknik serangan melawan para monster. Game yang diluncurkan tgl 25 oktober 2010 oleh PT Amerta Indah Otsuka ini, merupakan jenis game edukatif yang menguji pengetahuan pemainnya, yg sebut “pocarian”, tentang seputar dehidrasi, pengetahuan seputar Pocari sweat dan pengetahuan umum lainnya. Game ini didisain dalam tampilan komik, sehingga berbeda dengan game biasanya. cekidot...!!

Game ini terbagi dalam 3 periode, sebagai berikut :

Periode #1, berlangsung selama kurang lebih 2 bulan. Disini puluhan ribu pocarian harus mengumpulkan poin dengan menyelesaikan misi mengalahkan 13 monster di 6 lokasi Kota Ionopolis. Dan apabila keenam lokasi tersebut sudah aman dari monster maka pocarian akan mendapatkan badge (serasa di foursquare kan?) Keenam lokasi tersebut adalah :

  1. Residential, diserang oleh Wackie, Kukaa, dan Showee
  2. Office, diserang oleh Frezzy, Monstress, dan Meetzy
  3. School, diserang oleh Sporta dan Classy
  4. Outdoor, diserang oleh Picnico dan Monshoes
  5. Entertaiment, diserang oleh Movee dan Shopaa
  6. Travelling, diserang oleh Tripkee

Kalau ingin tahu wujud mereka ini dia :

Dan ini lah badge yang akan diperoleh pocarian plus badge scratch card:

Untuk mengalahkan 13 monster tersebut, para pocarian memiliki 3 serangan yang disediakan yaitu :

  1. Trivia Quiz, dengan menjawab secara benar pertanyaan seputar dehidrasi, seputar pocari sweat dan pengetahuan umum lainnya.
  2. Check in Foursquare, dengan mencheck in lokasi yang direkomendasikan dengan menggunakan kata-kata yang telah disediakan.
  3. Shout Roxlate FB dan Twitter, serangan ini ampuh menyerang karena pasti mengenai moster. bila menggunakan serangan ini secara otomatis fb akan membuat status seputar #ionopolis, baik itu pengetahuan seputar dehidrasi atau banyolan ala #ionopolis.
Selain itu masih ada 2 serangan alternatif yaitu dengan cara bermain, mini game dan Ion game.

Tidak seperti game pada umumnya, #ionopolis tidak membuat pemainnya berada di depan komputer bermain sepanjang hari, karena untuk seharinya para pocarian hanya dibekali 100 % hydrometer (read : pengukur dehidarsi), yang akan berkurang setiap kali melakukan serangan. Jadi kalau dihitung-hitung para pocarian hanya bermain sekitar 10-15 menit sehari dan harus menunggu besok agar hydrometer kembali 100%. Namun bagi yang ingin melanjutkan bermain silakan menggunakan scratch card dengan membeli pocari sweat ukuran apa saja, kecuali yang sachet. Dengan menggunakan scratch card, seperti halnya mengisi pulsa HP, hydrometer bisa kembali 100% sehingga pocarian bisa melanjutkan permainnya mengalahkan moster-monster yang ada.

Oh ya, setiap harinya di fanpage Pocari ID juga ada kuis dadakan seputar pengetahuan umum yang jika benar bisa mendapatkan tambahan poin dan hydro. Walau tidak menjadikan hydrometer menjadi 100% tp lumayan untuk bekal serangan. Jadi bisa lanjut melawan monster deh...

Selain scratch card dan kuis dadakan masih ada 1 lagi tambahan untuk meningkatkan poin maupun hydrometer yaitu, “QR Code”. QR code atau Quick Respons Code adalah code berbentuk pesegi bertitik-titik bagi pengguna BB pasti tau. Nah, billboard berisi QR code pocari sweat terbesar ada di Jl. Gatot Subroto. Jika di foto dan di scan maka bisa mengisi hydrometer menjadi 100% tp cm bisa dipakai sekali. Selain itu bagi yang berlangganan tabloid NOVA bisa mendapati iklan pocari sweat dengan QR code, tinggal di scan lalu jawab pertanyaannya. Ini sama halnya dengan kuis dadakan di fanpage Pocari ID.

Setelah seluruh monster telah dikalahkan namun misi tidak berhenti sampai itu saja. Karena para pocarian harus mengumpulkan cheer kemenangan (semacam dukungan) kepada sesame pocarian dan juga para pengguna facebook. Makin banyak mendapat cheer, maka makin banyak pula poin yang didapat. Jadi pada tahap ini lah yang menjadi penentu untuk mendapat hadiah setiap 2 minggunya.

Ionopolis menyediakan 12 buah Ipod Shuffle, yang akan dibagi secara bertahap setiap 2 minggu sekali kepada 3 peringkat teratas. Nah, bagi yang ingin mengejar hadiah tersebut kuncinya adalah kumpulkan cheer sebanyak-banyaknya.

Periode #2 (saat ini berlangsung), kompetisi Comic Maker. Dari puluhan ribu pocarian diambil 100 besar sebagai semi finalis yang akan di uji kreatifitasnya dalam membuat komik. 100 semi finalis yang terpilih adalah pocarian yang lolos penilaian juri berdasarkan penyelesaian misi, keaktifan di ionopolis, aktifitas di fanpage Pocari ID, dan hasil jawaban interview online. Jadi posisi peringkat tidak menjamin seorang pocarian dapat terpilih sebagai 100 semi finalis.

Contohnya saya, tidak terpilih padahal termasuk peringkat 5 besar. hiks…hiks… hiks… loh..loh kok jadi curhat colongan?? :p

Ok kita lanjutkan….

Periode ini jadwalnya akan ditutup pada tanggal 12 Januari 2011. Berdasarkan informasi yang telah di sampaikan di wall Pocari ID penilaian comic maker tidaklah berdasarkan jumlah vote semata. Akan tetapi 30% vote. 30% jalan cerita dan 40% kreatifitas.

Dari penilai ini akan terpilih 10 finalis yang mendapatkan hadiah masing-masing Ipod Nano dan vocher belanja di gramedia. Dan berhak lanjut ke Periode #3 dengan hadiah Grandprize jalan-jalan ke Jepang.

Aduuuh enak nya ke jepang. Bisa ketemu MO. Hihihihihiiiii…… :p



Friday, December 24, 2010

apel biru ionopolis (read : Ipod Shuffle)

Beberapa hari yang lalu ada kiriman ipod shuffle, berwarna biru bertuliskan ionopolis di atas logo Apple, ke rumah gw. Kalo ada yg doyan perhatiin fb gw dibeberapa minggu ini pasti bisa langsung nebak (heheheheee... sok kepedean). Yup... Ipod ini lah hasil dari perjuangan gw selama 6 minggu maenin game ionopolis dan nongkrongin fb (facebook) nya POCARI ID.
Jujur aja ya, sebenarnya harga ipod ini gak seberapa mahal. Jadi kl seandainya gw mau, bisalah dibeli pas gajian. Tapi kesenangan dari usaha keras yang uda gw lakuin yang bikin ipod ini gak bisa dinilai dengan uang. Silakan dibayangin aja, untuk ngedapetin ipod ini gw harus rela melototin fb sampe jam 2 pagi cuma untuk tukeran "cheer" (read : dukungan kemenangan setelah mengalahkan monster). Dan ini berlangsung setiap hari selama 1 bulan lebih. Belum lagi saat gw ngebujuk sodara2 dan temen2 gw cm untuk registrasi fb nya di game ini sekedar jadi tambahan poin buat gw, buseeet perjuangan bgt dah.....
Pas ipod ini uda di tangan gw, rasa senengnya bener2 gak bisa ditahan lagi, langsung deh gw foto dengan berbagai pose (liat nih...).

hahahahaaaa.... rasanya seneng buanget -buangeeet..... *ampe jingkrak2an*

Sekarang kemana gw pergi, terutama kl harus sendirian pasti apel biru ionopolis ini nempel di pinggang gw. Dia uda jadi temen asik yg gak bakal bosen nyanyiin lagu2 di kuping gw, heheheheee... kecuali kl batrei nya abis, baru deh dia mingkem.

oh ya, dari tadi pasti ada yg bertanya2 "apaan sih ionopolis itu?". heheheheee... nti aja deh penjelasannya dipostingan gw selanjutnya. Sekarang gw lagi sibuk sama si apel biru ionopolis, ribet juga ngisi lagu2 nya mesti singkrones dulu pake i-tune.

Tuesday, August 17, 2010

ya uda bawa kebengkel aja

lokasi : teras rumah gw

Tetangga 1 : "heran deh, kompor gw ga bisa nyala lagi. Padahal baru beli gasnya".
Tetangga 2 : "uda cek karbulator nya belum, biasanya itu penyebabnya".
Tetangga 1 : "oh iya... ya..."

gw pikir ini tetangga-tetangga gw polos apa norak ya??
kalo gitu coba diservis aja di bengkel bang jum aja bu (dalam hati...)

Saturday, July 31, 2010

ini motor atau rumah sih??

Lokasi : Teras rumah gw

Temen : "gw lagi ngumpulin duit neh, tar kl uda banyak mau gw pake buat renovasi motor gw.
ntar lo yang cariin modelnya ya".

gw heran "emang sekarang toko material juga jual onderdil motor".

Friday, July 16, 2010

Love Our Earth...

Pada tau film Upin & Ipin kan?
Gw yakin banyak deh yang tau film ini. Ceritanya sederhana, penuh keseharian dan yang pasti tingkah ni bocah-bocah kocak banget. Apalagi buat siapa aja yang ada anak kecilnya di rumah, pasti setiap hari nonton ni film. Sekalipun episodenya selalu diulang-ulang. Tapi ajaibnya, tingkah bocah-bocah ini sama sekali nggak ngebosenin. Beberapa hari yang lalu, gw nonton episode “cita-cita”. Di situ diceritain tentang cita-cita yang mereka miliki. Seperti Upin mau jadi astronot dan Ipin mau menjadi professor alasannya sih biar bisa bikinin Upin pesawat (kembar emang selalu kompak ya...), juga Mei-mei ingin jadi guru, lalu Ehsan yang ingin jadi koki terkenal, dan juga cita-cita teman-teman yang lain yang nggak kalah bagusnya. Dari semua cita-cita mereka, yang menarik adalah cita-cita fizi. Dia ingin jadi petugas kebersihan!! hehehee... dy ga tau kali ya kalo petugas kebersihan gajinya kecil. tapi gw heran aja karena yang jelas gw nggak yakin akan ada orang tua yang seneng kalau ngedengar anaknya punya cita-cita jadi petugas kebersihan. Yaaa namanya juga film…

Melalui tulisan ini gw sama sekali nggak bilang kalau cita-cita jadi petugas kebersihan itu nggak bagus. Justru yang ada malah munculin pertanyaan sok kiritis gw, “kenapa selama ini petugas kebersihan jadi pekerjaan yang rendah?” gw bilang rendah karena orang-orang yang bekerja sebagai petugas kebersihan memperoleh bayaran kecil, yang pastinya cuma bisa memenuhi kebutuhan hidup seharí. Mungkin karena mereka kerjanya kotor-kotoran kali ya, jadi orang males banget meliriknya. (termasuk gw heheheee...).

Trus kalau boleh berandai-andai, seandainya setiap anak yang ada di Indonesia ini berhasil mendapatkan apa yang dia cita-citain, kondisi indonesia ini bakalan seperti apa ya? Taro lah kota Jakarta, yang tiap sudutnya nggak luput dari sampah. Entah bakal jadi seperti apaan.

So, melalui tulisan ini gw juga ga minta salah satu dari anak-anak kita nanti untuk jadi tukang sampah. Tapi cuma minta sedikit kesadaran aja buat semua pembaca, sayangin bumi kita ini ya. Dia (read: bumi) uda tua banget. Jangan suka asal buang sampah sembarang. Secara jumlah tukang sampah yang ada sekarang gak akan bisa ngebersiin kota Jakarta yang luas ini. So, everything start from us... don’t think to much, just do it.

Friday, May 28, 2010

Enjoy Padang - Bukittinggi

Sebenarnya ini bukan perjalan pertama gw ke luar kota, namun baru kali ini gw punya cukup waktu untuk berkeliling kota setelah menyelesaikan tugas kantor di kota yang gw kunjungi. Jadi inilah cerita perjalanan gw di Ranah minang.

#Hari ke-1. (kamis,01/04/10)
Akhirnya tiba juga pesawat yang gw tumpangi di Bandara Internasional Minangkabau. Tapi ada sedikit masalah karena pas gw antri ngambil barang bagasi, tiba-tiba ada koper penumpang tujuan makasar yang ikut keluar, jelas ini bikin panik para penumpang begitu juga gw. Logikanya pasti uda terjadi salah angkut di bagasi pesawat waktu di Soekarno Hatta. Untung setelah sekian lama nunggu akhirnya barang bawaan gw keluar. Jadi gw cuma bisa berdoa buat penumpang yang bagasinya uda salah angkut tujuan. oh ya sekedar informasi gw ke padang ini berdua dengan teman kerja gw. kalo mo liat bandaranya ini gw kasih fotonya. Fotonya dari bus damri, jadi agak jauh :p
Oh ya, di bandara ini disediakan angkutan damri cuma dengan Rp. 15.000/org bisa langsung menuju kota padang. kalo uda memasuki kota padang kita bisa liat angkot yang dimodifikasi tampilannya keren banget jadi kaya di film fast and furious. Tarif angkot ini cuma Rp. 2.000/org.
Ini juga.
Kalo ini gambar mereka yang lagi kebut-kebutan.
Di kota padang, gw nginep di hotel Hangtuah yang lokasinya di Jl. Pemuda No.1 persis berada disudut Jl. Hangtuah. Hotel ini relatif murah dan bersih. Harga kamarnya sekitar Rp. 200rb - 3oorb an. Tapi bagi temen-temen yang suka manfaatin fasilitas kolem renang di hotel. Sayangnya hotel ini gak menyediakan. Tapi Kota Padang menyediakan tempat berenang yang luas kok. Namanya Padang Beach :p
Hari pertama gw gak kemana-mana, langsung menuju Gramedia Padang yang letaknya ada di Jl.Damar 63. cuma jalan kaki dari Hotel Hangtuah.
Let's start to work...

Selesai kerja seharian saatnya cari makan malam. Kali ini tujuan gw nyobain Sate Padang, sekedar mau ngebandingin rasanya sama yang biasa gw makan di Jakarta. Dapet informasi katanya Sate Padang Patimura enak, jadilah kita angkat kaki menuju ke sana. Kalo boleh komentar, entah kenapa gw malah lebih suka Sate Padang di Jakarta, menurut temen gw Sate Padang Tebet Barat lebih sedap. Ya namanya juga selera lidah, tiap orang pasti beda. Ok, saat nya balik ke hotel karena besok harus bangun pagi joging di pantai.
#Hari Ke-2.(Jumat,02/04/10)
Gw dapet info dari beberapa orang kalo tiap pagi Pantai Padang jadi joging trek yang asik, terutama kalo hari minggu pasti rame. Jarak hotel ke pantai gak jauh, palingan gak lebih dari 200M. Suasananya sejuk banget, lari pagi deket pantai. Ya namanya juga hari jumat jadi gak banyak orang yang lari pagi saat itu. (Pantainya ada di sebelah kanan. )
Nah ini dia Pantai Padang.
Ini juga.

Kalo kita ingin ngedapetin pantai yang bersih kita bisa main di pantai yang di sepanjang jalannya belum ada para pedagang kali lima atau kafe-kafe tenda, karena kalo pantai yang sepanjang jalannya uda banyak pedagang nya di pasir pantainya kotor sama sampah-sampah. Para pedagang dan pembeli yang makan di situ kurang peduli sama kebersihan, harusnya dinas lingkungan bisa concern ma yang kaya gini. Soalnya sayang banget, pantainya kan indah dan air lautnya juga masih bersih.


Gak jauh dari situ ada tempat yang bernama Taman Budaya, kalo kaya di jakarta mungkin ini bisa dibilang Taman Ismail Marzuki (TIM). Karena masih pagi tempatnya rada sepi gitu. Tapi tadi malam gw lewatin sih rame, banyak anak muda pada nongkrong trus ada suara musik-musik gitu. Taman Budaya ini biasa digunakan untuk acara Pagelaran Kesenian, bisa seni musik, tari, lukis, bahkan sampai fotografi.

Ini juga.

Dari informasi yang gw dapat, sebenernya masih banyak tempat yang bisa dikunjungi disekitar hotel tempat gw nginep, seperti Museum Adityawarman, di Jl.Diponogoro, saat gw lewatin pas pulang joging masih tutup jadi gak bisa mampir. Trus ada juga kota Tua Padang di sepanjang Jl.Hiligoo, Jl.Pondok dan Jl.Niaga (bisa ditempuh dengan angkot, tapi kalo iseng pengen jalan kaki ya silakan). Di deket kota tua Padang terdapat Kuil Kwan Im yang dibuat pada tahun 1861 dan direnovasi tahun 1897, itu juga gak sempet gw kunjungi. Tapi gak apa-apa karena tujuan gw hari ini adalah Bukittinggi.


Perjalanan dari Padang ke Bukittinggi ditempuh dengan 2 jam perjalanan. Tapi gak usah khawatir mengenai angkutannya, karena banyak travel dengan rute Padang - Bukittinggi. Untuk sampai ke Jam Gadang biayanya sekitar Rp. 35.000/org dan biasanya mobil akan berangkat jika penumpang sudah sampai 7 org. Bagi temen-temen yang datang bersama keluarga, bisa menyewa mobil seharian dengan harga sekitar Rp. 300rb. Jadi bisa bebas minta anter kemana aja kita suka dari pagi mpe malam.


Oh ya, kalo gak salah sebulan sebelum kedatangan gw di Padang terjadi longsor. Sehingga jalan dari Padang ke Bukittinggi terpotong. Tapi untungnya sebagian jalan sudah bisa dilewatin tapi hanya khusus mobil kecil sekelas kijang. Ini gw kasih lihat beberapa foto jalan akibat longsor.

Ini juga.

Bisa kita liat seberapa parah kerusakan akibat longsor, setengah ruas jalan jadi hancur. Ini terjadi karena jalan menuju Bukittinggi berada di sisi lereng, beda sama jalan menuju puncak bogor yang lereng landai. Sedang lereng ini terjal, jadi kalo hujan deres dan tanahnya terkikis air jadinya ya kaya gini.

Akhirnya setelah 2 jam perjalanan, gw sampe juga di Jam Gadang yang punya istilah keren West Sumatra "Big Ben" yang menjadi Central of Bukittinggi. Jam ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1827. Setiap satu jam sekali, Jam ini selalu mengeluarkan bunyi loncengnya. Suasana disekitar Jam Gadang gak pernah sepi, karena ini bisa dibilang taman kota. Jadi banyak keluarga yang duduk-duduk bersama keluarganya dan aktifitas yang gak pernah ketinggalan, yaitu foto-foto. Yang membuat suasana makin ramai adalah lokasi nya yang bersebelahan dengan Pasar, orang-orang di sana menyebutnya dengan nama Pasar Atas.

Ini juga.

Kalo ini Jam Gadang di waktu malam hari, cantik ya...

Tepat di seberang jalan terdapat rumah Istana Bung Hatta. Sayangnya rumah ini tidak dapat dimasuki sehingga cuma bisa foto-foto luarnya saja.

Kalo ini monumennya yang ada di sebelah rumah. Sayang fotonya agak gelap.

Oh ya, bagi temen-temen yang mampir ke Jam Gadang jangan lupa cobain cendol khas padang namanya Es Cendol Langkok Durian. Murah kok, kalo gak salah cuma Rp.5000/mangkok.

Kalo diliat dari fotonya seger ya. Ada cendolnya, ada durennya yang masih bulet dengan biji-bijinya, juga dipakein kelapa parut. Trus dikasih es batu juga gula jawa cair biar manis. Pokoknya enak deh, (he3... cuma nulis aja gw sampe ngiler lagi).

Sebelum melanjutkan perjalanan, gw harus cari hotel dulu buat tidur nanti malam. Setelah tanya-tanya akhirnya gw dapet referensi hotel yang murah cuma Rp.100rb, namanya Hotel Jogja. Letaknya gak jauh dari Jam Gadang, persis di seberang Bank BNI. Walaupun murah, hotelnya tergolong bersih dan nyaman. Kamarnya gak besar dengan double bed dan kamar mandi diluar. Di hotel ini gak dapet sarapan, tapi dapet teh manis dan kopi hangat di pagi hari. Untuk para backpacker hotel ini bisa jadi referensi tempat menginap. Oh ya, di hotel ini juga gak ada fasilitas air hangat, jadi kalo mandi pagi kita bisa berdingin-dingin ria dengan air yang ada disana. Pokoknya bisa bikin mata melek deh kalo selesai mandi. (sayangnya gw gak punya foto hotelnya, tapi semua orang di sekitar Jam Gadang tahu kok letak hotelnya, jadi tinggal tanya aja.) Untuk sekedar informasi, hotel ini juga menyediakan travel Padang - Bukit Tinggi.


Setelah istirahat sebentar, gw melanjutkan perjalanan ke Ngarai Sianok yang gak jauh dari hotel tempat gw menginap. Bisa ditempuh dengan jalan kaki kok, palingan cuma sekitar 300M. Untuk bisa melihat Ngarai Sianok kita harus membayar karcis masuk Taman Panorama. Gw lupa saat itu bayar berapa, tapi yang pasti gak lebih dari Rp.5000/org.

Ngarai Sianok adalah lembahnya gunung Singgalang. Pemandangan yang sangat indah, hijau pepohonan yang bertengger di lereng yang terjal. Kedalamannya kurang lebih mencapai 100 - 120M yang membentang panjang sekitar 15 KM.

Nah ini Taman Panorama tempat kita bisa melihat Ngarai Sianok, asri ya...

oh ya, di sekitar taman ini banyak dipelihara monyet-monyet dan mereka gak diikat loh.
Di dalam taman ini juga terdapat tempat yang menarik, yaitu Lubang Jepang (ini sebenarnya goa). Konon dibangun oleh Tentara Jepang sebagai benteng perlindungan sekaligus tempat pelarian mereka. Goa ini dibuat mencapai kedalaman 40M oleh rakyat Sumatera Barat yang dipekerjakan secara pakasa (romusha) pada tahun 1942-1945. Setelah goa terbangun mereka semua dibunuh agar kerahasiaan goa ini terjamin. Goa ini terdiri dari lorong panjang berliku-liku ada ruangan rapat, ruangan tidur, dapur, ruangan tahanan, ruang amunisi dan ruang pengintai. Awalnya saya pikir gua ini panas di dalamnya namun ternyata tidak, temboknya dingin dan sejuk di dalamnya. Mungkin karena udara yang berasal dari ngarai. Setelah selesai menelusuri tiap lorong di dalamnya, temen-temen harus siapkan tenaga untuk naik keluar goa, karena pastinya bikin kaki pegel banget.
Sedangkan ini adalah pemandangan Ngarai dari salah satu mulut keluar goa.
Masih di dalam area taman kita bisa membeli sovenir khas Padang dan Bukit Tinggi. Mulai dari kerudungan, kaos, tas, sendal, miniatur sampai lukisan. Harganya juga gak terlalu mahal. Jadi gak susah deh untuk cari oleh-oleh.
Sudah puas menikmati semuanya dan tentunya sedikit belanja oleh-oleh, gw segera beranjak dari Taman Panorama untuk melanjuti perjalanan.

Tepat di depan Taman Panorama terdapat Museum Perjuangan. Museum ini meresmikan pada tanggal 16 Agustus 1973. Museum ini diberi nama Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma yang artinya tiga unsur kekuatan satu pengabdian. Koleksi museum ini terdiri dari berbagai alat/senjata tradisional, senjata modern (pistol, senjata laras panjang, senjata mesin dan mortir) juga alat-alat lainnya seperti pesawat pemancar dan penerima radio. Selain peralatan-peralatan perang, juga terdapat foto-foto perjuangan yang mengabadikan moment-moment Kemerdekaan RI. Museum ini buka dari hari senin - minggu dari jam 08.00 - 16.00 tanpa dipungut biaya karcis. Enak ya, dapet ilmu pengetahuan tapi gratis.
Gak terasa waktu sudah sore, saatnya kembali ke hotel untuk istirahat dan mandi. Cape juga ternyata, gara-gara berkeliling jalan kaki. Tapi biar gimana juga rasa cape hari itu terbayar dengan rasa seneng kok.

Untuk malam nya, gw gak kemana-mana karena hujan gerimis turun. Jadi cuma makan aja di kafe deket Jam Gadang dengan pemandangan kota Bukittinggi bawah. Pemandangannya bagus, gelap malam dengan hiasan lampu-lampu rumah ditambah siraman gerimis hujan. Oh ya, sial banget buat gw karena kafe tempat gw makan saat itu isinya orang-orang dengan pasangan mereka. Lengkap deh, perut keisi makanan, mata keisi pemandangan yang bikin iri dan badan kedinginan.

#Hari Ke-3.(sabtu,03/04/10)
Di hari terakhir ini tujuan gw adalah Taman Marga Satwa Budaya Kinantan dan Benteng Fort De Kock. Tapi sebelum memulai perjalanan mari kita cari sarapan dahulu. Di Jl.Minangkabau, jalan menuju Taman Marga Satwa, ada kedai/warung yang menjual bubur kacang hijau. Tapi bubur yang satu ini beda karena kombinasinya yang unik. Namanya Bubua Samba Sianok. (ntah ini nama buburnya atau nama warungnya gw gak ngerti, karena uda laper jadi lupa tanya ke penjualnya.)
Untuk satu porsinya harga sekitar Rp.10.000. Soal rasa, tidak usah dipertanyakan lagi. Pokoknya enak deh. Setelah selesai sarapan, kita siap berangkat. Seperti layaknya taman marga satwa lainnya. Di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan terdapat banyak koleksi hewan dari yang jenis mamalia, reptil dan unggas. Menurut informasi yang gw dapat, merupakan kebun binatang tertua di Indonesia yang diresmikan pada tahun 1929 dan merupakan kebun binatang yang mempunyai koleksi binatang terlengkap di Sumatera.Ini salah satu koleksi Kebun binatang "Taman Marga Satwa Kinantan".
Masih di dalam area kebun binatang, terdapat sebuah museum yang bernama Museum Bundo Kandung yang Rumah Adat Padang Yaitu Rumah Gadang. Berarsitektur dengan lantai papan dan beratapkan ijuk serta didepannya terdapat 2 (dua) buah Rangkiang (patung laki-laki dan perempuan) yang bernama si Bayau-Bayau dan Sitinjau Lauik. (maaf ya patung nya tidak terfoto.)Setelah puas berkeliling melihat koleksi hewan yang ada disana, selanjutnya gw menuju Benteng Fort De Kock. Kebun binatang dan benteng dihubungkan oleh jembatan yang membentang di atas jalan, bernama Jembatan Limpapeh.

Benteng Fort De Kock, merupakan benteng peninggalan zaman pendudukan Belanda, benteng ini dibangun oleh tuan De Kock guna melindungi diri dari perlawanan semasa Perang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol. Tapi sayang benteng ini sepertinya kurang terawat dengan baik, terlihat beberapa bagian dari bangunannya yang kotor dan mulai rusak.Akhirnya selesai juga jalan-jalan di hari terakhir ini. Hari juga sudah siang, saatnya mencari travel menuju Bandara Internasional Minangkabau karena jadwal pesawatnya jam 15.00 berangkat ke Jakarta. Walaupun belum berkeliling ke tempat yang lebih jauh (hanya disekitar Jam Gadang) tapi cukup puas lah. Selamat tinggal Sumatra Barat, Upss... gw koreksi. Gak boleh nyebut selamat tinggal, karena suatu saat pasti ada kesempatan untuk kembali lagi. Jadi sampai jumpa Sumatra Barat...